Review Film Romantis Dilan 1991

Review Film Romantis Dilan 1991 – Banyak kisah cinta yang pahit. Saat Dilan menilai siapa pelakunya, ia berencana balas dendam. Untuk menonton film ini, Anda dapat mengunjungi situsnya untuk menonton film streaming sub indo 2020 online.

Dalam film Dilan Tahun 1991, Milea yang putus asa karena sikap keras kepala Dilan akhirnya meminta maaf kepada Dilan untuk keluar dari geng motor atau hubungan mereka berakhir. Dilan terdiam. Namun, Dilan tetaplah Dilan, seorang komandan tempur, pemimpin geng motor yang akan selalu mendapat masalah dan mengundang musuh untuk menghajarnya.

Di awal perpisahan di film Dilan 1991, kamu akan disuguhi dengan adegan asyik dari awal masa pacaran Dilan-Milea. Penuh ocehan pujangga dari Dilan, sudah bisa ditebak, Milea sukses dijadikan gadis paling bahagia di dunia.

Sayangnya, momen ini seolah terulang. Romantisme Dilan memang menjadi nilai jual utama film ini, namun karena terlalu sering diulang, efeknya terasa memudar seiring dengan bertambahnya durasi film. Tak bisa dipungkiri, para penonton sudah sangat penasaran dengan kelanjutan perjalanan cinta Dilan-Milea di film sekuel ini.

Film Dilan tahun 1991 menyuguhkan kisah romansa khas remaja yang menjadi cita-cita hubungan jutaan generasi millennial di tanah air. Meski memiliki sedikit kendala dalam pembuatan cerita, namun pesona Dilan dan Milea tetap bisa memberikan hiburan yang menyenangkan.

Dilan memberi musuh semakin banyak. Milea mengkhawatirkan masa depan Dilan jika terus mendapat masalah. Sebagai pacar Dilan, Milea berhak melarang Dilan terlibat dalam geng motor.

Musim yang berganti di penghujung tahun membuat Kota Bandung lebih sering turun hujan hampir setiap hari. Latar belakang abu-abu inilah yang menjadi metafora narasi Milea di sepanjang film. Cewek pindahan Jakarta yang jatuh cinta dengan Dilan dengan segala keunikannya ini kerap murung dan menangis karena bingung dengan pacarnya. Yugo menyukai Milea dan Milea sangat mencintai Dilan.

Bisa dibayangkan emosi Dilan dan Lia kan? Yugo hadir, yang sangat naksir Lia plus itu membuat hubungan mereka berdua renggang. Milea menyesal telah putus, dan pelariannya ditujukan kepada ibu Dilan.

Bagaimana dengan review film romantis Dilan 1991?

 

Curhat pada Lia dengan ibunya, dan masalah mereka bisa sedikit teratasi. Namun, masalah lain muncul lagi. Akew, teman Dilan, dikabarkan tewas karena diserang geng motor lain. Hubungan di antara mereka berdua kembali ke tepi

Bukan Dilan kalau tidak balas dendam pada orang yang mengeroyoknya. Belakangan, ketika identitas penyerang ditemukan, Dilan dan kawan-kawannya menyusun strategi untuk menyerang balik. Mendapat informasi ini dari Pian, malam hari menemani Yugo, sepupu jauhnya, Milea dan meminta Dilan untuk membatalkan niatnya, serta mengancam Dilan jika tidak menuruti ucapannya, Milea meminta putus.

Khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi, dia melarang. Namun Dilan merasa terkendali dan melakukan hal-hal di luar ekspektasi. Milea yang sebenarnya ragu untuk berakting, mempertimbangkan kembali apakah dirinya salah langkah menghadapi idolanya.

Disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baiq (novelis asli dan adaptasi Titien Wattimena) sepertinya ingin mengatur dimensi perasaan ini. Alur ceritanya tidak berfokus pada hubungan sebab-akibat, tetapi kumpulan kenangan dari waktu ke waktu yang pernah dilalui Milea di akhir 1990-an hingga awal 1991.

Film ini dan film sebelumnya adalah kenangan indah dari kisah Milea bersama Dilan, salah satu anggota geng motor romantis yang rutin menelpon di telepon koin, dan memberikan buku TTS sebagai hadiah ulang tahun.

Film selanjutnya baru-baru ini, seperti dikatakan Max Pictures, adalah memori Dilan tentang kisahnya bersama Milea. Dari sini kita bisa memprediksi cerita besar dari trilogi tersebut, bahwa mereka mengalami konflik karena hal-hal yang harus diketahui dan dilakukan bersama.

Vanesha Prescilla dan Iqbaal Ramadhan yang memerankan Milea dan Dilan memberikan penampilan akting yang jauh lebih baik dari filmnya, meski ada kalanya ucapan Dilan tidak nyaman dengan ucapan Iqbaal.

Selain Ira, sejumlah aktor pendukung senior juga hadir meski tampil singkat, seperti Ence Bagus, Teuku Rifnu Wikana, Bucek Depp, Tike Priatnakusumah, Happy Salma, dan Muhammad Farhan. Secara total, film ini menghibur dan memberikan ruang untuk mengingat kembali kenangan cinta atau hubungan dengan keluarga. Bagi penggemar Dilan 1990, film ini tidak boleh mengecewakan di luar tanggung jawab pribadi untuk kelanjutan kisah Dilan-Milea.

Ada hal-hal kecil tentang kontinuitas dan penempatan iklan sponsor yang mengganggu dan membuat keseluruhan film menjadi tidak cocok. Misalnya tentang jam dinding dan iklan dinding merah.

Berbeda dengan menyuguhkan film, Dilan Tahun 1991 selain menyuguhkan banyak hal. Ada keterkaitan antara Dilan dengan orang tua Milea. Juga Milea bersama teman-teman geng motor Dilan. Semua harus diurus oleh Dilan dan Milea.