Review Film Seru Black Panther

Review Film Seru Black Panther– Namun yang disebutkan di sini hanyalah tentang pembangunan dunia dan pendalaman karakter masing-masing karakter. Untuk jalan ceritanya sendiri, penulis tidak akan mengungkapnya kecuali sebagian kecil dari scene yang sangat erat kaitannya dengan setting dunia.

Seperti di komik Black Panther, Wakanda beruntung memiliki tanah yang kaya akan mineral paling langka dan terkuat di bumi, vibranium. Banyak penjelajah dan kolektor mencoba memiliki sekeping logam ini karena harga setiap gramnya saja sudah dapat menopang hidup seseorang.

Selain itu vibranium juga sangat dibutuhkan oleh negara atau organisasi yang menginginkan kekuatan militer secara absolut. Kekuatannya yang mampu terus meningkat jika mendapat tekanan membuatnya menjadi primadona di antara para prajurit seperti Captain America, Winter Soldier dan juga Ulysses Klaw yang sama-sama menggunakan vibranium sebagai senjata utamanya.

Fokus ceritanya sendiri bercerita tentang T’Challa, putra mahkota kerajaan Wakanda yang ditinggal ayahnya yang meninggal akibat serangan yang didalangi oleh Baron Zemo. Ia harus kembali ke kampung halamannya untuk dinobatkan sebagai raja sesuai dengan hukum adat yang berlaku.

Tapi masalahnya tidak sesederhana itu. Ternyata dia harus menghadapi kenyataan bahwa ada beberapa orang jahat yang menginginkan tahta dan kekayaan tanah wakanda untuk ambisi pribadinya. Bisakah T’Challa menyelesaikan masalah yang dihadapi kerajaan tercinta.

Plot Sederhana Tanpa Tanda Terima yang Mengesankan

Kalau bisa dibilang, rata-rata setiap film jebolan Marvel Studio memiliki plot yang sederhana dan terkesan linier. Namun, itu bisa ditutupi dengan berbagai kejutan dan kejutan yang masuk akal bagi kebanyakan penonton.

Hal yang sama berlaku untuk Black Panther. Jujur saja, saya sendiri tidak bisa menikmati jalan ceritanya karena hal-hal yang sudah dijelaskan sebelumnya. Misalnya hal A pasti terjadi karena sebab A, lalu berlanjut ke hal B yang terjadi karena sebab B. Intinya aspek cerita itu sendiri tidak memberikan kejutan yang benar-benar segar.

Meski sederhana, film ini memiliki bobot tersendiri dari tema yang dibawanya. Jika kalian sudah pernah menonton trilogi film Thor, mungkin kalian bisa memahami makna yang disampaikan dari Black Panther.

Konflik tidak hanya terbatas antara protagonis dan antagonis, tetapi juga antara protagonis dan satu sama lain yang juga memiliki pemikiran berbeda yang saling bentrok. Jika kalian membaca berita penayangan perdana film tersebut, pasti kalian akan tahu kalau aktor Michael B.

Bagaimana Review Film Seru Black Panther?

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, salah satu kelebihan Black Panther dengan film-film MCU pada umumnya adalah pendalaman karakternya yang sangat masuk akal. Dalam film ini, tidak ada yang jahat karena murni kejahatan. Semuanya memiliki alasan tersendiri yang harus dipertimbangkan dan ditolerir oleh penonton.

Tokoh protagonis di sini tidak selalu terlihat bagus. Antagonis tidak selalu terlihat buruk. Mereka melakukan apa yang mereka yakini. Karakter percaya pada nilai-nilai mereka karena mereka melihat hal-hal yang membuat mereka berpikir seperti itu.

Jadi, saya sendiri tidak akan heran jika di antara penonton ada yang lebih memilih Erik Killmonger daripada T’Challa. Mungkin ada yang berbalik membenci T’Chaka karena pikirannya. Dan yang lebih hebatnya lagi adalah ada yang mau mendukung tapi di sisi lain juga menolak pemikiran Shuri dan Nakia.

Nuansa Budaya yang Sangat Kental dan Masuknya Isu Sosial Afektif

Terlepas dari dua keunggulan di atas, film ini juga memiliki kelebihan dalam mengadaptasi budaya Afrika yang belum pernah ditonton oleh film superhero. Penulis ingat bahwa sebelum Black Panther ada beberapa film yang mengadaptasi budaya yang mirip seperti The Gods Must Be Crazy, Tarzan dan Mr.Bones.

Tidak hanya mengadaptasi, film ini juga mampu memadukan kearifan lokal budaya Wakanda dengan konsep fiksi ilmiah yang sangat futuristik secara seimbang. Tidak hanya dalam perkembangan dunia, adaptasi budaya  ini juga diterapkan dalam bentuk dialog tiap karakter. Mereka mampu melakukannya agar gaya bicaranya tetap terasa meski berbicara bahasa Inggris.